Postingan

PUKUL 05.00

S ahabat Bilal melangkahkan kaki menuju kediaman Nabi dalam rangka menyampaikan bahwa orang-orang telah lengkap semua berkumpul di masjid, “ Saatnya shalat telah tiba wahai Rasulullah ,” ( Hadist Riwayat Ahmad, An-Nasai) Nabi pun berjalan menuju masjid pada pukul 05.00 bersama Sahabat Bilal. Bayangkanlah bagaimana kedekatan Sahabat Bilal kepada kekasihnya yang paling ia cintai dibandingkan manusia manapun. Kebiasaan menjemput Rasulullah setiap pagi inilah yang hilang dari kehidupan Sahabat Bilal ketika Nabi wafat, oleh karena itu pada masa Khalifah Abu Bakar, ia memohon izin untuk meninggalkan kota Madinah karena hatinya tak sanggup lagi menyambut pagi dengan kenangan yang sangat indah tersebut. Para sahabat telah terbiasa bila melihat Nabi hadir di masjid untuk mengimami shalat, maka kedatangan Nabi secara spontan disambut dengan iqamat, dan Nabi langsung menuju mihrab (tempat imam berada). Saksikanlah generasi terbaik di dunia, yaitu para sahabat yang dipimpin langsung oleh Rasul...

PUKUL 04.00

A pabila waktu menunjukkan semisal pukul 04.00, Rasulullah masih dalam keadaan tidurnya yang kedua. Sebagaimana telah kita saksikan Beliau tidur di awal malam, kemudian bangun untuk ibadah pada kisaran empat jam lamanya, lalu Beliau melanjutkan kembali istirahatnya pada akhir malam. Tetapi tidur tidak melalaikan Nabi sama sekali, karena Nabi sendiri yang menjelaskan bagaimana sifat tidur Beliau tak seperti tidurnya kita manusia biasa, “ Wahai Aisyah, sesungguhnya kedua mataku memang terpejam (pada waktu tidur), tetapi hatiku tidak pernah terlalaikan dari Allah (pada waktu tidur). ”( Hadist Riwayat Bukhori, Muslim). Maka begitu terdengar azan Subuh pada pukul 04.30 tidak ada kesusahan bagi Nabi sama sekali untuk terbangun dari istirahatnya tersebut. Beliau bangun dari tidurnya, membaca doa dan meraih siwak sebelum berwudhu. Siwak ini tidak pernah ditinggalkan Nabi setiap kali bangun tidur baik tidur malam hari maupun tidur siang hari .( Hadist Riwayat Ahmad). Apabila Nabi baru saj...

PUKUL 03.00

A khirnya tibalah bagi Rasulullah menyudahi tahajud yang telah empat jam dilakukannya. Semata-mata karena Beliau harus bersikap adil menjaga kesehatan tubuhnya yang membutuhkan istirahat, karena kesehatan adalah nikmat dari Allah dan seorang Nabi harus memberi contoh bagaimana menjaga nikmat Allah tersebut. Betapa seluruh alam ini berhutang besar kepada empat jam tahajud Nabi setiap malam. Itulah dia “ Empat Jam yang Mengubah Dunia ”, karena dalam tahajud itu Nabi memperoleh kekuatan, ruh dakwah yang menyala, semangat dalam menyebarkan risalah suci. Bagaimana dengan kita, apakah kita mempunyai sebuah kebiasaan emas “empat jam yang mengubah dunia” setiap hari?  Tak perlu yang mengubah dunia. Sekurangnya mengubah diri kita sendiri. Tak perlu empat jam, setidaknya empat rakaat tahajud ! Pada pukul 03.00 ini Rasululllah kembali merebahkan dirinya ke pembaringan sampai dengan azan Subuh terdengar. Inilah kebiasaan Beliau jika telah memasuki seperenam malam terakhir. Waktu-waktu in...

PUKUL 02.00

Apakah pukul 02.00 ini Rasulullah menyudahi tahajudnya? Ternyata belum wahai saudaraku. Tiga jam belum membuat Nabi merasa puas dalam bersyukur kepada Allah Yang Maha Pemberi Nikmat. Sudah tiga jam berlalu, belum tampak keletihan dalam air muka Beliau yang mulia. Mungkin karena kita menghitungnya dengan matematika manusia biasa, bukan dengan matematika seorang Nabi dan Rasul. Tidaklah sama perhitungan waktu yang berjalan dalam tahajud bagi orang-orang yang lalai dibandingkan dengan tahajud bagi para manusia pilihan yang telah mengenal mencapai tahap ihsan yaitu beribadah seolah-olah melihat kepada Allah dan Allah Melihat kepadanya. Sahabat Ibnu Mas’ud pernah bercerita, “ Aku pernah shalat tahajud bersama Rasululllah. Beliau berdiri lama sekali sampai-sampai aku berniat kurang bagus, ” “ Memang apa niatmu itu ?” Seorang kebetulan menyimak ucapannya. “ Aku berniat duduk dan meninggalkan Nabi! ”( Hadist Riwayat Bukhori, Muslim) " Bacaan Rasulullah dalam tahajud sedemikian fasih dan...

PUKUL 01.00

B elum usai kesyahduan Rasulullah dalam tahajud nya. Padahal sudah dua jam lamanya Beliau beribadah memasuki pukul 01.00 ini. Nabi terbiasa shalat tahajud di rumah, kecuali sesekali Nabi tahajud di masjid jika melihat isteri Beliau memerlukan istirahat yang lebih tenang dan Nabi khawatir tahajudnya mengganggu sang isteri. Tahajud Nabi di masjid ini juga merupakan rahmat bagi kita semua karena dengan demikian kita mengetahui panjang tahajudnya Rasulullah. Perhatikanlah apa yang diceritakan Sahabat Huzaifah ibnul Yaman ini,  “A ku pernah mengerjakan shalat bersama Nabi pada suatu malam. Beliau membuka rakaat dengan bacaan surat Al-Baqarah, dan baru ruku’ kira-kira pada ayat ke seratus. Beliau melanjutkan shalatnya, kemudian membaca kelanjutan surat Al-Baqarah pada satu rakaat berikutnya hingga selesai, baru kemudian ruku’. Pada rakaat berikutnya beliau membaca surat An-Nisa’ hingga selesai, dan dilanjutkan kemudian dengan membaca surat Ali Imran secara perlahan hingga selesai pula. J...

PUKUL 00.00

Inilah Nabi terbaik dan Rasul termulia yang tengah berdiri melaksanakan shalat tahajud dalam kediaman Beliau. Pukul 00.00 berarti sudah satu jam lamanya Nabi mengerjakan shalat malam , karena Beliau terbiasa memulai shalat sejak pertengahan malam, yaitu sekira pukul 23.00. Sungguh tidak bisa dilukiskan bagaimana Nabi melaksanakan shalat begitu tenang dan khusyu. Beliau tidak shalat hanya dengan badannya saja, tetapi juga dengan hatinya. Bukankah Rasulullah yang berkata, “ Dijadikan penyejuk hatiku ada di dalam shalat .” ( Hadist Riwayat Abu Dawud). Ukuran rumah Beliau yang teramat sempit bukanlah menjadi alasan baginya untuk menghentikan shalat. Sebab sifat orang yang selamat adalah berhenti mencari alasan, sebaliknya sifat orang yang merugi adalah selalu mencari alasan untuk berhenti. Tahukah saudara ukuran rumah Rasulullah dalam satuan meter? Kurang lebihnya berbentuk kotak berukuran panjang 4,5 meter dan lebar 4,5 meter. Di sinilah dia Nabi teragung menghabiskan usianya. Karena i...

Pendahuluan

Berbicara tentang kitab-kitab karangan para ulama, izinkan saya menyampaikan kembali apa yang dikatakan oleh guru kami Al-Habib Al-Allamah Salim Asy-Syatiri ketika kami tengah duduk di tengah-tengah majlis ilmu beliau, “Tahukah kalian bahwa di dunia ini ada dua kitab yang sangat terkenal di mana-mana, sangat banyak dipelajari oleh kaum muslimin dari timur ke barat, yang satu mempelajari ilmu Nahu dan satu lagi membahas tentang ilmu Siroh Nabawiyah. Kedua kitab itu adalah AlJurumiyah dan Burdah Imam Bushiri.” Ingatan saya langsung melayang ketika saya belajar di tengah kota Jakarta saat sekolah, maupun di pelosok daerah saat kuliah, bahkan ketika berkesempatan terbang ke Yaman, kedua kitab tersebut memang tidak pernah ditinggalkan oleh guru-guru kami untuk diajarkan. Benar! Rupanya ilmu Nahu yang mempelajari tentang bahasa arab masih menjadi pembahasan yang tak lekang oleh zaman, dan ilmu tentang sejarah Rasulullah masih menjadi magnet yang menarik antusias kaum muslimin di seluruh ne...